Panduan Promosi Sanitasi Perkotaan

Pemerintah Indonesia mengambil langkah besar bagi percepatan peningkatan akses sanitasi dengan meluncurkan target Akses Universal Air dan Sanitasi pada tahun 2019. Upaya pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah, organisasi internasional, akademisi, sektor swasta, LSM dan masyarakat.

Pada saat ini berbagai buku panduan promosi sanitasi,  khususnya tentang pemicuan perubahan perilaku, sudah banyak dipublikasikan, namun pada umumnya fokus untuk daerah pedesaan. Panduan tersebut sangat bermanfaat, namun perlu dilakukan penyesuaian apabila akan diaplikasikan di daerah perkotaan

“Panduan Promosi Sanitasi Perkotaan, Meningkatkan Gaya Hidup dan Kesehatan”  ini merupakan  sajian referensi bagi tokoh masyarakat, sanitarian dan petugas kesehatan lainnya, kader PKK, akademisi maupun  anggota masyarakat yang tergerak untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku dan perbaikan kondisi sanitasi perkotaan  di Indonesia. Panduan Promosi Sanitasi Perkotaan ini berisi tentang berbagai informasi, bukan hanya yang terkait secara khusus dengan promosi namun juga berbagai hal penting yang harus diketahui agar kegiatan dapat berjalan dengan efektif. Pada panduan ini dibahas tentang lingkungan yang mendukung bagi sanitasi, pendanaan sanitasi, perspektif gender dalam sanitasi, hal-hal teknis terkait peningkatan sarana sanitasi dan hal lain yang terkait dengan sanitasi. Perlu diketahui bahwa panduan ini tidak menyampaikan proses yang secara kaku wajib diikuti, namun lebih pada informasi tentang bagaimana pelaksanaan  promosi sanitasi di lapangan sehingga dapat diadaptasi untuk kondisi yang spesifik. Silakan download “Panduan Promosi Sanitasi Perkotaan, Meningkatkan Gaya Hidup dan Kesehatan” pada halaman “Download” di website ini atau klik Panduan Promosi Sanitasi.

Sampai saat ini tingkat cakupan sanitasi di daerah  perkotaan  di Indonesia termasuk rendah dibandingkan dengan  negara-negara tetangga (lihat Tabel) sedangkan penduduk perkotaan di Indonesia meningkat  pesat  dan diperkirakan akan mencapai  hingga  200 juta orang pada Tahun 2035. Dampak dari rendahnya  tingkat cakupan layanan sanitasi terhadap perkembangan  Indonesia   cukup   serius  karena   menyebabkan  peningkatan  penularan penyakit  khususnya   pada   anak-anak,  menyebabkan  kerusakan  lingkungan   yang  parah seperti  kerusakan  pada  sumber  daya  air dan  habitat  satwa  liar.  Hal tersebut juga  akan mempengaruhi penurunan peluang  dalam  sektor  pariwisata  dan  sektor-sektor  lain yang bergantung pada tenaga kerja yang sehat dan lingkungan yang sehat.

Sumber : Buku “Meningkatkan Gaya Hidup dan Kesehatan – Sebuah Panduan Promosi Sanitasi Perkotaan” , IUWASH, Mei 2015

Tulisan ini dipublikasikan di Sanitasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *