Tentang Kami

Sanitasi Berbasis Masyarakat atau lebih dikenal dengan nama SANIMAS merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) – Direktorat Jenderal Cipta Karya, untuk memberikan akses terhadap sanitasi yang layak bagi masyarakat. Program Sanimas ini dibiayai pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB) dengan nomor Loan IND-167. Per tahun 2030 dalam milestones Sustainable Development Goals (SDG’s), setiap negara diharapkan telah mampu mewujudkan 100% Akses Sanitasi untuk penduduknya (tujuan #6). Indonesia meletakkan target pencapaian lebih awal, yaitu target Rencana Strategis 2015-2019 melalui program 100-0-100 yakni target 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

Arus urbanisasi perkotaan yang terus mengalami peningkatan menyebabkan proporsi penduduk   perkotaan meningkat   secara tajam. Hal ini diperkirakan terus terjadi, sehingga pada tahun 2025, enam puluh delapan koma tiga persen (68,3%) penduduk Indonesia diperkirakan akan mendiami kawasan perkotaan. Urbanisasi  yang tinggi ini seringkali sulit diiringi dengan pengembangan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah sebagai salah satu infrastruktur pendukung permukiman. Hal ini terutama dialami oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di lingkungan permukiman padat penduduk, kumuh dan rawan sanitasi di perkotaan.

Akses penduduk terhadap prasarana dan sarana air limbah permukiman pada dasarnya erat kaitannya dengan aspek kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan, sosial budaya, serta  kemiskinan.  Hasil  berbagai  pengamatan  dan  penelitian telah membuktikan bahwa semakin mudah akses penduduk terhadap fasilitas prasarana dan sarana air limbah   permukiman (serta pemahaman tentang hygiene), maka semakin kecil kemungkinan terjadinya kasus penyebaran penyakit (epidemi).

Salah  satu  solusi  dalam  penyediaan prasarana dan sarana air limbah permukiman bagi MBR di lingkungan padat penduduk, kumuh, dan rawan sanitasi, adalah kegiatan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS). Kegiatan  ini  merupakan  sebuah  inisiatif untuk mempromosikan penyediaan prasarana dan sarana air limbah permukiman yang berbasis masyarakat dengan pendekatan tanggap kebutuhan. Fokus kegiatan Sanitasi Berbasis Masyarakat adalah penanganan air limbah rumah tangga khususnya tinja manusia. Melalui pelaksanaan Sanitasi Berbasis Masyarakat ini, masyarakat memilih sendiri prasarana dan sarana air limbah permukiman yang sesuai, membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), ikut aktif menyusun rencana aksi, dan melakukan pembangunan fisik termasuk mengelola kegiatan operasi dan pemeliharaannya, bahkan bila perlu mengembangkannya.

Dalam pembangunan fasilitas Sanimas, digunakan konsep pemberdayaan masyarakat untuk menjadikan masyarakat aktor utama dalam proses perencanaan, pembangunan, operasional dan pemeliharaan fasilitas sanitasi komunal, dengan tujuan agar fasilitas yang terbangun dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Selain pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini menggunakan beberapa pendekatan yaitu pengarusutamaan gender, otonomi dan desentralisasi dimana Pemda bertanggung jawab penuh terhadap keberlanjutan dari pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian. Selain itu, keswadayaan masyarakat yang melekat dalam kegiatan ini berusaha menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Program SANIMAS merupakan salah satu program penyelenggaraan prasarana dan sarana sanitasi sektor air limbah berbasis masyarakat yang dalam pelaksanaannya menggunakan PENDEKATAN pemberdayaan masyarakat melalui:

1.Mendorong Keberpihakan pada Masyarakat Berpenghasilan  Rendah (MBR)
2.Mendorong Keterlibatan Masyarakat
3.Mendorong Inisiatif Masyarakat dengan Iklim Keterbukaan
4.Meningkatkan Keswadayaan Masyarakat
5.Menguatkan Kapasitas Masyarakat